Sumber: markus-winkler-aId-xYRTlEc-unsplash.jpg

Di era digital ini, kita diberi kemudahan dalam mencari informasi di internet. Banyak sekali portal berita yang menyajikan informasi terbaru sehingga menambah wawasan kita terhadap apa yang terjadi di dunia ini. Informasi yang kita dapatkan juga beragam, mulai dari informasi tentang hiburan, pengetahuan, olahraga, peristiwa, dan lain sebagainya. Kemudahan dalam berbagi informasi ini memberi kita banyak manfaat, seperti memudahkan mendapatkan informasi terbaru tanpa terhalang jarak dan waktu, menambah efisiensi dan efektivitas dalam mencari informasi, memudahkan dalam meningkatkan pengetahuan, dan manfaat lainnya yang masih banyak lagi. Namun, kemudahan dalam berbagi informasi sering dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita hoaks. Berita hoaks adalah berita palsu atau bohong yang dibuat sedemikian rupa hingga seolah-olah benar adanya. Maraknya penyebaran berita hoaks diperlukan penanganan terhadap permasalahan ini. Dari diri sendiri langkah yang bisa diambil salah satunya meningkatkan kemampuan membaca lateral. Apa itu membaca lateral? Pada artikel ini, kita akan membahas tentang membaca lateral.

Membaca Lateral (Lateral Reading)

Membaca lateral adalah cara membaca dengan membuka banyak sumber sekaligus untuk memverifikasi kebenaran suatu informasi. Membaca lateral tidak hanya fokus pada satu halaman web saja (vertical reading), namun pembaca menggunakan beberapa tab di peramban internet (browser) untuk mencari tahu lebih jauh tentang situs, penulis, atau organisasi dibalik artikel yang sedang dibaca.

Dengan kata lain, membaca lateral mengajak pembaca untuk membaca “ke samping”, bukan “ke bawah”. Pembaca tidak hanya menilai isi dari satu halaman, tapi juga menelusuri apa yang dikatakan oleh sumber-sumber lain tentang informasi tersebut. Berikut perbedaan lebih lanjut mengenai membaca lateral dengan membaca vertikal (membaca biasa).

  1. Membaca vertikal (membaca biasa), hanya membaca dan menilai konten dari satu halaman web tanpa melihat sumber lain.
  2. Membaca latera l(membaca menyamping), membuka beberapa situs sekaligus untuk mencari tahu kredibilitas sumber, memeriksa fakta, dan memahami konteks lebih luas.

Terkadang informasi yang disampaikan pada suatu situs web atau media sosial belum teruji kebenarannya sehingga bisa menyesatkan pembaca sehingga membaca lateral ini sangat penting dimiliki oleh siapapun.

Bagaimana cara membaca lateral jurnalis pada zaman dahulu sebelum internet ada?

Sebelum ada internet, membaca lateral dilakukan secara manual, artinya jurnalis membuka berbagai sumber buku referensi, seperti ensiklopedia, kamus, buku panduan bahasa, atau arsip surat kabar lama. Jika informasi yang berkaitan belum cukup maka jurnalis akan menghubungi narasumber terpercaya untuk mencari informasi tambahan.

Pentingnya Membaca Lateral

Sekarang, di zaman komputer dan internet, jurnalis memiliki akses lebih cepat dan luas ke berbagai informasi. Membaca lateral memberikan banyak manfaat di antaranya sebagai berikut.

  1. Mengecek keaslian sumber berita.
  2. Menemukan sudut pandang lain dari berbagai situs atau organisasi.
  3. Menyusun laporan yang lebih akurat dan terpercaya.d. Menghindari informasi yang bias atau menyesatkan.

Cara Membaca Lateral

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menerapkan teknik membaca lateral.

1. Buka Beberapa Tab Sekaligus

Ketika menemukan sebuah klaim, artikel, atau sumber informasi maka segeralah buka beberapa tab di peramban (browser) untuk melakukan beberapa hal berikut.

  • Menelusuri situs atau organisasi yang menerbitkan informasi tersebut.
  • Mencari tahu siapa penulis atau sumber dari klaim tersebut.
  • Mencari sumber lain yang terpercaya yang juga membahas topik serupa.

2. Selidiki Sumbernya

Sebelum mempercayai sebuah informasi, pastikan melakukan pemeriksaan kredibilitas sumbernya melalui cara berikut.

  • Cari informasi tentang organisasi tersebut di Wikipedia atau situs berita lainnya yang terpercaya. Wikipedia tidaklah seratus persen bisa dijadikan sumber. Jadi, jangan fokus pada satu sumber informasi saja.
  • Baca halaman “Tentang Kami” untuk mengetahui afiliasi, tujuan, atau kemungkinan biasnya.
  • Telusuri apakah sumber pernah terlibat dalam penyebaran informasi palsu (bisa dicek di situs pemeriksa fakta, seperti Mafindo).

3. Cek Ulang Informasi dari Sumber Lain

  • Gunakan situs pemeriksa fakta seperti Cekfakta.com, Mafindo, dan TurnBackHoax.
  • Cari laporan dari lembaga pemerintah, jurnal akademik, atau komentar dari para ahli.
  • Waspadai jika hanya situs partisan atau tidak dikenal yang melaporkan klaim tersebut.

4. Waspadai Framing yang Menyesatkan

Perhatikan bagaimana media berbeda menyajikan fakta yang sama.

  • Bandingkan cara beberapa media melaporkan kejadian yang sama.
  • Perhatikan apakah gambar, judul, atau kutipan dipilih secara selektif untuk memengaruhi opini.
  • Hati-hati terhadap bahasa yang emosional atau provokatif yang bertujuan memancing reaksi, bukan memberikan informasi.

5. Hati-hati dengan Media Sosial dan Konten Buatan Perorangan

Untuk memverifikasi klaim viral atau yang banyak dibagikan, lakukan beberapa hal berikut.

  • Gunakan pencarian balik gambar (reverse image search) dengan alat seperti Google Images atau TinEye untuk memeriksa asal-usul gambar.
  • Cek apakah akun media sosial memiliki tanda verifikasi (centang biru).c. Periksa waktu unggahan. Berita bisa jadi menggunakan foto lama digunakan seolah-olah untuk peristiwa terkini.

Sumber: https://mediahelpingmedia.org/basics/lateral-reading/

One thought on “Memahami Membaca Lateral (Lateral Reading)”

Leave a Reply to A WordPress Commenter Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *